Cara Jitu Merawat Rumah Idaman Anda

Rumah merupakan ekspresi jiwa dari pemiliknya. Oleh karena itu rumah memerlukan perawatan yang bukan hanya interiornya namun juga beberapa bagian rumah yang lain seperti halaman, ruang tamu, lantai, dan dinding, bahkan kamar mandi. Dari hal – hal tersebut dapat menggambarkan dengan jelas sifat dari penghuninya, apakah mereka rajin dan rutin merawat rumah tinggalnya.

Ada beberapa cara jitu merawat rumah idaman anda, seperti membersihkan kerak di kamar mandi, memperbaiki lantai keramik retas / lepas, memperbaiki lantai yang basah atau lembab, memperbaiki lantai kamar mandi yang bocor, mengecat dinding agar tidak mudah mengelupas, kapan perlu melakukan pengecatan ulang, cara memaku dinding agar tidak retak, menjaga kusen pintu dan jendela agar bebas dari rayap, dan membasmi jamur di rumah.

Jadi bila ingin dinilai memiliki ekspresi jiwa yang menyenangkan, segeralah tata dan rawat hunian anda dengan tips dan trik berikut ini:

1. Membersihkan kerak kamar mandi

merawatrumahidamananda1

Lantai kamar mandi yang berkerak kuning kecoklatan dapat dihilangkan dengan cara sebagai berikut : kerak digosok berkali – kali dengan batu apung dan air sabun, kemudian dibilas dengan air bersih. Asam sitrat (citroenzuur) ditaburkan pada dinding dalam atau luar dan dasar bak mandi yang sudah dibasahi sebelumnya, biarkan selama satu jam agar bereaksi terlebih dahulu. Kemudian disikat dan disiram dengan air bersih dan dibilas sampai benar – benar bersih. Selanjutnya keringkan dengan lap kering. Asam sitrat atau sering disebut sitrun yang berbentuk bubuk berwarna putih tersebut dapat diperoleh di toko – toko perlengkapan kue.

2. Memperbaiki lantai keramik retak dan lepas

merawatrumahidamananda2

Lantai keramik retak dilepas dengan hati – hati agar keramik yang masih utuh tidak ikut terlepas. Nat dikorek dengan benda tajam. Setelah itu pasangan lantai dilepas atau dipecah sampai ke dasar, dibuat dasar lantai, kemudian keramik lantai pengganti dipasang.
Jika nat lantai keramik yang rusak, nat dibersihkan dahulu dengan cara dikorek. Kemudian nat disiram dengan air bersih. Selanjutnya celah nat diisi dengan campuran yang agak cair dan biarkan meresap sampai ke dalam. Pada waktu isian tadi masih setengah kering, diikuti dengan campuran yang lebih kental dan ditekan agak padat. Sebelum isian tersebut mengering, sisa – sisa bahan pengisi yang tercecer di permukaan lantai dilap dengan lap kering.

3. Memperbaiki lantai yang basah dan lembab

merawatrumahidamananda3

Perbaikan pada lantai yang basah atau lembab sebenarnya cukup mudah asal diketahui penyebabnya. Apabila resapan air ke permukaan lantai melalui nat, nat ditutup dengan bahan yang kedap air. Jika terjadi pada lantai yang bukan kedap air, seluruh lantai yang basah dan lembab tersebut di bongkar sampai ke dasar urugan pasir. Di atas urugan pasir tersebut dilapisi dengan lembaran plastic lalu diatasnya dilapisi dengan campuran spesi yang kedap air dengan perbandingan 1 semen : 2 pasir setebal 3 cm. lantai sudah dipasang kembali.

4. Memperbaiki lantai kamar mandi yang bocor

merawatrumahidamananda4

Kebocoran pada kamar mandi di rumah biasanya berasal dari nat keramik. Seringkali nat terkikis oleh air, bahan kimia pembersih, sabun, atau cara pemasangan keramik pada kamar mandi yang kurang tepat. Harus diketahui dahulu apakah keramik tersebut menempel dengan baik pada lantai dengan cara lantai diinjak dengan sedikit tekanan atau diketuk. Jika berbunyi nyaring berarti terdapat celah atau rongga kosong.

5. Mengecat dinding agar tidak mudah mengelupas

merawatrumahidamananda5

Agar lapisan cat dinding tidak mudah mengelupas maka plamur harus dibatasi hanya sebagai penutup retak – retak rambut yang halus pada dinding. Seringkali kita melakukan kesalahan yaitu menggunakan plamur sebagai lapisan cat dasar. Bahan plamur tidak dibuat untuk mengikat cat sehingga kalau tetap digunakan dalam proses pengecatan, maka cat akan mudah mengelupas. Waktu pengecatan pada dinding harus dipilih dengan hati – hati.
Jika pengecatan dilakukan pada kondisi hujan, cat akan butuh waktu lama untuk mengering. Begitu pula jika pengecatan dilakukan pada kondisi matahari sangat terik, hasilnya juga kurang bagus. Hasil pengecatan di bagian luar (permukaan dinding) akan mengering lebih dahulu daripada bagian dalam. Hal ini menyebabkan cat retak, menggelembung atau mengelupas. Waktu ideal untuk melakukan pengecatan adalah pada kondisi kering dan tidak pada saat matahari bersinar sangat terik.

6. Kapan diperlukan pengecatan ulang

merawatrumahidamananda6

Pengecatan ulang perlu dilakukan jika kita menemukan dinding rumah sudah mengapur. Tanda – tandanya dapat diketahui dengan menyapukan telapak tangan pada permukaan dinding. Jika kita dapatkan bekas bubuk putih berarti dinding perlu dicat kembali.

7. Cara memaku dinding agar tidak retak

merawatrumahidamananda7

Seringkali kita memaku dinding untuk menggantungkan pigura atau aksesoris rumah tangga, namun kita dapati dinding menjadi retak. Hal ini terjadi bukan karena campuran spesi yang kurang bagus tapi karena kita belum mengetahui cara memaku dinding yang benar. Caranya adalah denagn memberikan selotip silang pada dinding sebelum permukaan tembok dipaku, baru kemudian dipaku pada bagian tengah persilangan selotip tadi. Setelah selesai, selotip dilepaskan secara perlahan.
Jika bahan dinding kurang berkualitas, maka jika dipaku, dinding akan rontok. Cara umtuk mengatasinya adalah siramkan dua sampai tiga sendok makan cuka pada bagian dinding yang hendak dipaku. Tunggu sampai kering baru kemudian dinding dapat dipaku.

8. Menjaga kusen pintu dan jendela agar bebas dari rayap

merawatrumahidamananda8

Caranya dengan mencampur 3 Oli dan 1 solar kemudian diaduk sampai rata. Campuran tersebut dioleskan merata ke seluruh permukaan kayu sampiai campuran oli dan solar tersebut benar – benar kering. Setelah itu dilakukan pengecatan pada permukaan kayu. Dapat pula sebelum di cat, permukaan kayu dilapisi obat anti jamur untuk mencegah serangan dari rayap.

9. Membasmi jamur di rumah

merawatrumahidamananda9

Untuk mengatasi jamur ringan dan yang belum lama menyerang bagian – bagian rumah pada dinding dan plafon atau bahkan perabot rumah, dapat digunakan cuka, fungisida (pembasmi jamur) atau cairan disinfektan. Caranya, kain lap ditetesi cuka, disapukan pada bagian yang terserang jamur secara pelahan – lahan agar spora jamur tidak berterbangan ke mana – mana. Penyapuan diulangi dengan cuka dan kain lap baru. Sikat tidak disarankan untuk membersihkan jamur karena akan membuat spora menyebar ke tempat lain, misalnya menempel pada perabot, sofa, atau terhirup oleh manusia.
Jika serangan jamur sudah lama dan cukup berat, misalnya pada plafon akibat bocor, segera perbaiki kebocorannya dan diganti plafonnya atau dicat ulang. Instalasi sanitasi juga perlu dijaga dari kerusakan dan bocor agar tidak menjadi penyebab munculnya jamur.


Sumber : cvastro.com

Chat Sekarang