Isi Rumah Baru Tanpa “Kebobolan”

Mempunyai rumah baru merupakan impian banyak orang. Begitu rumah selesai dibangun, tentunya muncul rasa tidak sabar untuk mengisinya. Mulai dari perabotan seperti tempat tidur dan kursi meja, hingga perlengkapan elektronik rumah tangga seperti lemari es dan mesin cuci ingin dijejalkan ke dalam rumah. Tanpa disadari, banyak dana tidak terduga tersedot untuk mengisi rumah. Saat tabungan “bobol” dan kesulitan membayar KPR, barulah tersadar kesalahan pengelolaan keuangan telah terjadi.

isi-rumah-baru-tanpa-kebobolan

Banyak orang yang membeli rumah dengan cicilan kemudian kurang bijaksana dalam mengisinya. Dana cadangan yang disiapkan jauh – jauh hari untuk kebutuhan lain bisa teralokasikan untuk biaya mengisi rumah. Akhirnya, dana tidak terduga habis. Tentunya Anda tidak mengalami hal ini, bukan?

Prioritas

Langkah pertama mengisi rumah adalah menyusun daftar prioritas barang yang dibeli dan alokasi dana yang dibutuhkan. Jadi, jangan hanya memasukkan perabotan dan perlengkapan rumah, tetapi perhitungkan biayanya secara lebih detail. Gunakan daftar yang telah disusun ini sebagai saat berburu furniture atau perlengkapan rumah tangga lainnya. Usahakan agar perkiraan biaya tepat atau tidak jauh berbeda.

Perabotan dan perlengkapan yang perlu dibeli pertama kali sebaiknya dibagi. Misalnya golongan furnitur (tempat tidur, lemari, dan lain – lain), peralatan dapur, (pisau dan peralatan memasak), perlengkapan ruang makan (gelas, piring, dan sendok-garpu), dan perlengkapan kamar mandi (tempat sabun dan gantungan baju). Cara ini akan memudahkan dalam pengisian rumah.

Bertahap

Tidak perlu kaget jika pengisian rumah menyedot biaya yang cukup besar. Untuk mengisi rumah, benda – benda yang dibutuhkan memang banyak. Namun, anda bisa melakukan pengisian rumah secara bertahap. Misalnya, pada bulan Januari, pengisian rumah diprioritaskan untuk bagian kamar tidur. Bulan Februari digunakan untuk mengisi perabotan di dapur dan ruang makan. Bulan Maret, pengisian rumah bagian ruang tamu, dan seterusnya.

Anda juga bisa mencicil untuk mengisi rumah bahkan ketika rumah belum dibangun. Selama masih tinggal di indekos atau sewa, Anda bisa mencicil barang – barang seperti lemari, rak, piring, atau televise. Jadi saat pindah ke rumah baru, anda hanya menambah beberapa barang untuk melengkapi bagian rumah lainnya.

Cermat Memilih

Jangan terburu – buru membeli furnitur hanya karena modelnya menarik. Apabila anda menemukan furnitur yang menarik, catat harga dan dokumentasikan tampilannya. Bandingkan harga furnitur lainnya di toko furnitur yang berbeda.

Selain itu, carilah informasi lain di internet mengenai harga, model, dan kualitas furnitur. Seleksilah untuk menentukan furnitur dengan kualitas yang diinginkan dengan harga yang lebih ekonomis. Langkah ini akan menghemat pengeluaran anda untuk furnitur dan perlengkapan isi rumah lainnya.

Daur Ulang

Menggunakan kembali perabotan dan dan perlengkapan tempat tinggal lama untuk diletakkan di rumah baru juga bisa menjadi cara yang jitu untuk menghemat biaya. Namun, perhatikan dengan cermat kondisi perabotan dan perlengkapan lama.

Bila kondisinya masih bagus dan diperkirakan dapat bertahan lama, jangan ragu untuk mengguanakannya kembali. Agar tampilan lebih menarik, Anda bisa membersihkan dan mengecat ulang barang lama atau menghiasinya sesuai selera.

Pilihan lainnya adalah membeli barang – barang seken. Lebih mudah jika ada teman yang menawarkan barang – barang yang masih bagus pada anda. Jika Anda bisa mencarinya pada situs web atau toko – toko barang bekas. Kondisinya mungkin tidak 100 persen, tetapi bila masih bisa digunakan, fungsinya masih bagus, dan diperkirakan bisa bertahan lama, mengapa tidak?

Sumber : property kompas

Chat Sekarang