"Memanen" Air Hujan

Tahukah Anda bahwa air hujan ternyata memiliki manfaat yang cukup besar bagi rumah tangga? Hasil ‘panen’ air hujan bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti cadangan air, menyiram tanaman hingga mereduksi hawa panas di dalam ruangan. Kok bisa?

memanen-air-hujan

Dinamakan ‘memanen air hujan’, istilah yang diungkapkan seorang arsitek bernama Martin L. Katoppo untuk menyimpan serta memanfaatkan air hujan dengan teknik dan material sederhana serta berkelanjutan (sustainable).

memanen-air-hujan

Jadi pada prinsipnya, air hujan yang jatuh di satu sisi atap rumah ditampung dan disimpan agar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk mendinginkan ruang mezanin yang berada di muka rumah yang menghadap ke arah barat. Cara yang terinspirasi dari teknologi “pemanen” air hujan sederhana yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini terbukti ampuh menurunkan suhu ruang dalam sekitar 1,5° C bila sistem “pemanen” air hujan berjalan selama 20 menit.

memanen-air-hujan

Cara yang dilakukan Martin untuk ‘memanen’ air hujan adalah memasang pipa tebal berdiameter 6 inci sebagai talang untuk menyalurkan air hujan ke tangki air atau toren. Salah satu pipa yang berfungsi sebagai tabung filter diisi bahan-bahan seperti tempurung kelapa atau batu karang untuk menyaring air hujan, sehingga hasil tampungan air tetap bersih dan dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari.

memanen-air-hujan

Selain memasang talang air, Martin juga membuat resapan air berupa lubang biopori. Dengan demikian, air hujan tidak akan menggenangi halaman. Melalui sistem “pemanen” air hujan ini dapat mengurangi penggunaan AC sehingga menghemat energi listrik. Hal ini sesuai dengan konsep desain ramah lingkungan/green. Cara ini juga membuktikan bahwa desain yang baik dan biaya yang terbatas dapat menjadi pendorong kreativitas, tidak perlu mahal, dan bisa dilakukan oleh semua orang.

Chat Sekarang